3 Karya Fenomenal Akira Toriyama, Legenda Manga yang Baru Tutup Usia

Akira Toriyama meninggal dunia pada 1 Maret 2024 akibat Hematoma Subdural Akut. (Foto: Instagram @goku.ig)

PARBOABOA - Berita duka datang dari dunia manga. Akira Toriyama, sang pencipta Dragon Ball, meninggal pada usia 68 tahun akibat Hematoma Subdural Akut atau penumpukan darah di antara dua lapisan di otak. 

Dilansir dari akun Instagram resminya @akira.toriyama, pihak Bird Studio menjelaskan bahwa Toriyama mengakhiri karirnya sebagai mangaka sejak 1 Maret 2024. Namun, kabar ini baru diumumkan pada Jumat, 8 Maret 2024.

Upacara pemakaman dilaksanakan secara privat bersama keluarga dan beberapa kerabat dekat, sesuai dengan keinginan Toriyama untuk menjaga privasi. 

Oleh karena itu, Bird Studio meminta publik untuk menghormati kebijakan ini dengan tidak mengirimkan bunga, hadiah, atau kunjungan, serta menolak segala bentuk penghormatan lainnya, termasuk wawancara dengan keluarga.

Kepergian Toriyama ini meninggalkan beberapa karya yang masih dalam proses dan cita-cita yang belum terwujud. 

Meski begitu, hingga saat ini, sudah banyak judul manga dan karya seni yang diciptakan setelah berkreasi selama lebih dari 45 tahun.

Salah satunya bertajuk Dragon Ball. Ini merupakan karya Toriyama yang sangat fenomenal. 

Serial tersebut mengisahkan petualangan Goku, seorang anak laki-laki yang tinggal sendirian di kawasan pegunungan. 

Ia kemudian bertemu dengan Bulma, seorang gadis muda cerdas yang tengah berusaha mengumpulkan tujuh bola ajaib yang dikenal sebagai Dragon Ball.

Menurut legenda, siapapun yang berhasil mengumpulkan ketujuh bola tersebut akan diberi kesempatan untuk meminta apapun kepada naga yang muncul dari bola-bola tersebut.

Cerita ini menjadi bagian penting dari 'Golden Age of Jump' dan sangat populer dari 1984 hingga 1995, dengan total 519 bab dalam 42 volume.

Selain itu, Toriyama juga terkenal dengan karyanya di dunia video game, khususnya melalui ‘Dragon Quest’, sebuah seri game yang dia mulai pada 1986. 

Seri yang mencakup sebelas judul utama dan beberapa game tambahan ini dikenal dengan desain seni dan karakternya yang unik. 

Hal ini membuat popularitasnya di Jepang hampir sebanding dengan kesuksesan global ‘Dragon Ball’.

Toriyama juga berada di balik ‘Blue Dragon’. Game yang dirilis pada 2006 ini merupakan gabungan elemen video dan kartu petualangan dalam sebuah dunia fantasi klasik. 

Dengan desain karakter khas Toriyama, permainan ini  menceritakan tentang lima anak yang dapat mengubah bayangan mereka menjadi monster kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

Profil Akira Toriyama, Sang Maestro Manga dan Animasi

Akira Toriyama, lahir pada 5 April 1955 di Nagoya, Jepang, merupakan sosok legendaris di dunia manga dan animasi. 

Sebagai penulis manga, seniman, dan kreator karakter video game, ia telah menyumbangkan karyanya sejak 1978, menandai dirinya sebagai salah satu seniman paling berpengaruh di industri ini.

Dari masa kecilnya, Toriyama memang sudah terpikat oleh dunia manga dan animasi. Inspirasi awalnya datang dari seri fiksi ilmiah ‘Astro Boy’, yang ia temukan melalui koleksi manga milik kakak laki-laki temannya. 

Kegemarannya pada kisah petualangan dan makhluk fantastis semakin berkembang saat berkenalan dengan serial ‘Ultraman’ dan film-film ‘kaiju’ seperti ‘Gamera’, yang memperlihatkan petualangan penyu raksasa yang bernapas api.

Toriyama memilih jalur yang berbeda saat memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan perguruan tingginya, meskipun hal tersebut bertentangan dengan keinginan orang tuanya. 

Dia memilih untuk mengejar passionnya dalam desain dan seni, yang membawanya bekerja di sebuah biro iklan sebelum akhirnya menyadari bahwa jalan hidupnya terletak dalam menggambar manga.

Meski awal mula karirnya di industri manga tidak mulus, di mana karya parodi ‘Star Wars’ pertamanya ditolak, Toriyama tidak menyerah. 

Dorongan dari editor Kazuhio Torishima membuahkan hasil ketika ia berhasil menerbitkan ‘Wonder Island’ pada 1987, sebuah langkah awal yang kemudian membuka jalan bagi karya-karya monumentalnya.

Toriyama mencapai puncak ketenaran melalui serial ‘Dr. Slump’ dan terutama ‘Dragon Ball’, yang tidak hanya populer sebagai manga tetapi juga berhasil diadaptasi menjadi empat seri animasi yang berbeda, Dragon Ball, Dragon Ball Z, Dragon Ball GT, dan Dragon Ball Super. 

Serial ini tidak hanya mengukuhkan posisi Toriyama di industri manga dan anime, tetapi juga memperluas cakupan pengaruh animasi Jepang ke seluruh dunia.

Selain di dunia manga dan anime, Toriyama juga mencatatkan namanya sebagai desainer karakter untuk seri video game Dragon Quest, menambahkan lapisan lagi pada warisannya sebagai seniman multidisiplin.

Pengakuan atas kontribusi dan pengaruhnya tidak hanya datang dari penggemar dan industri, tetapi juga dalam bentuk penghargaan resmi. 

Prancis bahkan menghormatinya dengan gelar Chevalier dari Ordre des Arts et des Lettres pada 2019, sebuah pengakuan atas sumbangsihnya yang luar biasa dalam seni dan sastra.

Editor: Beby Nitani
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS