PARBOABOA, Jakarta – Val Kilmer, aktor berbakat yang serba bisa, meninggal dunia di usia 65 tahun di Los Angeles pada Selasa (2 April) waktu setempat. Putrinya, Mercedes Kilmer, mengatakan penyebab kematian sang ayah adalah pneumonia. Sempat sembuh, aktor yang memiliki kepribadian misterius ini sempat didiagnosis menderita kanker tenggorokan pada 2014.
Berperawakan tinggi dan tampan, Kilmer sesungguhnya mengawali karirnya sebagai musisi. Namun takdir berbicara lain. Kesuksesan besar justru ia raih saat menjadi bintang film layar lebar. Ia memulai debutnya pada 1984 dalam film komedi parodi berlatar perang dingin berjudul Top Secret!.
Selanjutnya publik dibuat terpukau oleh perannya yang kuat sebagai Jim Morrison, ikon budaya hippie dan legenda rock, yang juga vokalis band The Doors dalam film bertajuk The Doors (1991). Film garapan sutradara kawakan sekaligus kontroversial Oliver Stone ini sukses secara komersial dan menarik perhatian banyak penonton.
Pada 1992 Kilmer kembali mendapat peran utama dalam film Thunderheart (1992), di mana ia menjadi agen F.B.I. yang belum berpengalaman. Ia juga ikut membintangi The Saint (1997), sebuah film thriller tentang seorang pencuri cerdik dan berkelas yang bermain kucing-kucingan dengan mafia Rusia.
Namun, perannya yang mungkin paling dikenang publik adalah saat ia menjadi Batman dalam Batman Forever (1995). Ia menggantikan Michael Keaton. Dalam film tersebut, ia bertarung di Gotham City melawan Two-Face (Tommy Lee Jones) dan The Riddler (Jim Carrey).
Kilmer beradu acting dengan banyak aktor papan atas Hollywood dan terlibat dalam film-film blockbuster. Dia memerankan Doc Holliday, penembak ulung yang cerdas, dalam Tombstone (1993), sebuah film western berdarah-darah. Lawan mainnya termasuk Kurt Russell, Sam Elliott, dan Bill Paxton.
Kilmer juga ikut bermain dalam film kriminal modern Heat (1995) dimana ia menjadi bagian dari geng perampok. Film ini menampilkan Robert De Niro yang berperan sebagai dalang perampokan dan Al Pacino sebagai polisi yang memburunya.
Dia menjadi co-star, bermain bersama Michael Douglas dalam film The Ghost and the Darkness (1996), sebuah film berlatar akhir abad ke-19 tentang perburuan singa di Afrika.
Dalam Pollock (2000), yang dibintangi Ed Harris sebagai pelukis Jackson Pollock, Kilmer berperan sebagai Willem de Kooning, sesama seniman.
Pada 2004, ia kembali terlibat dalam film kolosal dan skala cerita yang epik garapan sutradara Oliver Stone di film Alexander. Kilmer mendapat peran sebagai Philip dari Makedonia yang merupakan ayah dari Aleksander Agung yang diperankan Colin Farrell.
Sosok pemarah
Terlepas dari bakat dan kemampuannya berakting di layar lebar, Val Kilmer memiliki kepribadian yang kontroversial. Ia dianggap sebagai sosok yang pemarah dan terlalu terfokus pada dirinya sendiri. Sebuah majalah bahkan pernah menjulukinya sebagai The Man Hollywood Loves to Hate (Pria yang Dibenci Hollywood).
"Dia menyinggung banyak orang karena sulit dipahami," kata Oliver Stone, salah satu dari beberapa orang yang selama bertahun-tahun mengaku awalnya merasa tidak nyaman dengan Kilmer, tetapi kemudian berubah pikiran.
Robert Downey Jr., yang beradu peran dengan Kilmer dalam film misteri pembunuhan Kiss Kiss Bang Bang (2005), mengakui bahwa ia awalnya tidak tahan dengan Kilmer saat pertama kali bertemu meskipun akhirnya mereka menjadi sahabat dekat, demikian seperti dilaporkan The New York Times.
Lulusan Juilliard School
Val Edward Kilmer lahir di Los Angeles pada 31 Desember 1959 dan dibesarkan di Chatsworth. Tetangganya termasuk Roy Rogers dan Dale Evans, sementara teman sekelasnya di SMA adalah Kevin Spacey dan Mare Winningham.
Kedua orang tuanya bercerai saat Kilmer masih berusia 9 tahun. Ayahnya, Eugene, adalah seorang pengembang real estate, sedangkan ibunya, Gladys Ekstadt, hanya seorang ibu rumat tangga.
Adiknya, Wesley, meninggal tragis karena tenggelam di kolam renang pada tahun 1977, sebuah tragedi yang menghantui Kilmer selama bertahun-tahun setelahnya.
Kenangan kehilangan sang adik menjadi inti penampilannya dalam The Salton Sea (2002). Film tersebut berkisah tentang seorang pria yang dihantui rasa bersalah karena sempat menyaksikan pembunuhan istrinya namun tidak dapat menyelamatkannya.
Val Kilmer terdaftar sebagai mahasiswa termuda di program akting di Juilliard School, New York. Saat itu usianya masih 17 tahun. Di Juilliard, dia dan beberapa teman sekelasnya menulis dan membawakan How It All Began, yang diadaptasi dari autobiografi gerilyawan perkotaan Jerman Barat, Michael Baumann.
Ia menikah dengan aktris Joanne Whalley yang ia temui di lokasi syuting film fantasi anak-anak garapan sutradara pemenang Academy Award Ron Howard, Willow (1988). Pernikahan mereka berakhir dengan perceraian.
Kilmer tinggal di sebuah peternakan dekat Santa Fe selama bertahun-tahun dan pernah mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai gubernur negara bagian New Mexico.