SAYA: Robot AI yang Mengubah Wajah Pendidikan di Tokyo

Ilustrasi robot SAYA yang membantu dunia pendidikan di Tokyo (Foto: PARBOABOA/ Defri)

PARBOABOA, Jakarta - Inovasi dalam dunia teknologi kembali membuat gebrakan baru. 

Sebuah robot bernama SAYA kini diperkenalkan di sejumlah sekolah dasar di Tokyo, dengan tujuan mengatur dan memudahkan tugas-tugas para siswa. 

Kehadiran SAYA diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran dan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengelola waktu dan tugas mereka.

SAYA bukan sekadar robot biasa. Dengan kecerdasan buatan (AI) yang canggih, SAYA mampu berinteraksi dengan siswa, memberikan instruksi, serta memonitor perkembangan tugas-tugas mereka. 

Robot SAYA didesain oleh tim insinyur dari University of Tokyo dan dilengkapi dengan berbagai sensor.

Selain itu, terdapat perangkat lunak analitik yang memungkinkannya untuk menyesuaikan pendekatan pengajaran berdasarkan kebutuhan individu setiap siswa.

Dr. Hiroshi Nakamura, salah satu insinyur utama dalam proyek menjelaskan bahwa SAYA dirancang untuk membantu siswa dalam mengorganisir tugas-tugas mereka secara efektif. 

SAYA juga dapat berperan dalam mengingatkan mereka tentang tenggat waktu dan memberikan dukungan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.

Ia berharap, kehadiran robot SAYA bisa menjadi asisten yang andal bagi para siswa dan guru di sekolah-sekolah di Tokyo.

Salah satu fitur unggulan SAYA adalah kemampuannya untuk berinteraksi secara personal dengan setiap siswa. 

SAYA dapat memanggil nama siswa, mengingat preferensi belajar mereka, dan bahkan memberikan dorongan motivasi ketika siswa merasa kesulitan. 

Dengan suara yang ramah dan ekspresi wajah yang dapat berubah, SAYA menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik.

Hana, seorang siswa kelas 4 di SD Shibuya menyebutkan bahwa dirinya sangat suka dengan SAYA. Robot AI itu selalu mengingatkannya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan bermain game edukatifi.

Ia juga mengakui, sejak adanya robot SAYA, proses belajarnya jadi lebih menyenangkan dan ia tidak lupa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Tidak hanya bermanfaat bagi siswa, SAYA juga memberikan dukungan besar bagi para guru dan orang tua. 

Guru dapat menggunakan SAYA untuk melacak kemajuan siswa, merencanakan kegiatan belajar, dan mengidentifikasi area dimana siswa membutuhkan bantuan lebih. 

Orang tua juga dapat menerima laporan rutin tentang perkembangan anak mereka dan saran untuk membantu anak belajar di rumah.

Yuko Tanaka, seorang guru di SD Minato menceritakan bahwa sejak kehadiran SAYA, pekerjaannya dalam memantau perkembangan siswa menjadi lebih detail

Ia bisa lebih fokus pada pengajaran karena SAYA membantu mengurus hal-hal administratif dan memberinya data yang berguna untuk menyesuaikan metode pengajaran.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam sistem pendidikan nasional. 

Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, Jepang berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan personal untuk setiap siswa.

Keiko Fujimoto, Menteri Pendidikan Jepang dalam sebuah kesempatan menegaskan bahwa SAYA adalah langkah awal dari revolusi pendidikan yang mereka impikan. 

Pihaknya percaya bahwa teknologi seperti SAYA akan membuka peluang baru dan membantu generasi muda Jepang mencapai potensi penuh mereka.

Dengan semua manfaat yang ditawarkan, SAYA diharapkan dapat menjadi model bagi penggunaan AI dalam pendidikan di seluruh dunia. 

Melalui inovasi ini, Jepang kembali menunjukkan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam menggabungkan teknologi dan pendidikan demi masa depan anak yang lebih cerah.

Editor: Defri Ngo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS