Sisi Gelap Korea Selatan yang Jauh dari Gemerlap Hiburan

Ilustrasi sisi gelap Korea Selatan yang jauh dari dunia hiburan. (Foto: PARBOABOA/Fika)

Sisi Gelap Korea Selatan yang Jauh dari Gemerlap Hiburan

PARBOABOA – Korea Selatan sering menjadi pusat perhatian. Selain industri hiburan dan parade selebritinya, negara ini juga menawarkan berbagai keajaiban lain, mulai dari destinasi wisata yang memukau, kekayaan budaya yang autentik, hingga sajian kuliner yang memanjakan lidah.

Kehidupan di negeri Ginseng itu selalu diasumsikan indah, mewah dan penuh dengan suka cita. Layaknya tayangan drama atau film yang selalu menghiasi layar kaca. Serta gemerlapnya kehidupan beberapa selebriti di Korea Selatan.

Faktanya, kehidupan di Korea Selatan memiliki sisi gelap. Dilansir dari BBC, Sabtu (08/06/2024), berikut ini adalah sisi gelap dari negara Korea Selatan yang mungkin belum diketahui.

  • Tingginya tingkat bunuh diri

Maraknya kasus bunuh diri di Korea Selatan sudah menjadi rahasia umum. Pasalnya, beberapa kasus bunuh diri sempat melibatkan para artis Korea Selatan yang ternama.

Tingkat bunuh diri yang sangat tinggi merupakan salah satu sisi gelap Korea Selatan. Bahkan, pada tahun 2019, berdasarkan data dari Asia Times, Korea Selatan menjadi negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi nomor empat.

Beberapa pemicu terjadinya bunuh diri di Korea Selatan antara lain depresi, kecemasan dan lainnya.

  • Bullying

Salah satu kasus yang paling disoroti di dunia adalah bullying. Hal ini juga terjadi di Korea Selatan.

Bahkan, beberapa nama selebriti Korea Selatan yang terkenal juga sempat tercemar karena kasus bullying yang mereka lakukan waktu sekolah dan terungkap setelah mereka terkenal.

Tak hanya itu, dalam beberapa adegan drama atau film Korea Selatan juga sering terselip cerita mengenai tindakan bullying yang dilakukan oleh pelajar atau pekerja baik secara verbal atau non verbal.

Berdasarkan catatan penelitian dari Hyojin Koo di Universitas Woosuk, fenomena bullying sudah ada sejak zaman dinasti Chosun. Tindakan bullying pada zaman itu dilakukan oleh senior perwira terhadap juniornya.

Sementara di masa ini, ada banyak kasus bullying di sekolah-sekolah Korea Selatan yang pada akhirnya membuat korban bunuh diri karena tidak tahan.

  • Diskriminasi dan pelecehan seksual terhadap perempuan

Banyaknya skandal pelecehan seksual terhadap perempuan yang dilakukan oleh pria dari kalangan selebritis terkenal. Hal ini sangat disayangkan, mengingat banyaknya perempuan yang menjadi korban.

Diskriminasi hingga pelecehan seksual terhadap perempuan di Korea Selatan kerap terjadi. Bahkan, hal ini digambarkan dalam serial drama seperti Something in the Rain (2018) hingga Mask Girl (2023).

Misalnya dalam drama Something in the Rain, karakter perempuannya mengalami pelecehan seksual di kantor yang dilakukan oleh atasannya. Ketika di rumah pun, karakter perempuan ini diperlakukan berbeda oleh sang ibu dibandingkan adik laki-lakinya.

Sedangkan dalam drama Mask Girl, karakter perempuannya mendapatkan diskriminasi dari rekan kerja karena dianggap tidak cantik secara fisik.

  • Molka

BBC membuat sebuah dokumenter mengenai skandal pelecehan seksual yang melibatkan beberapa artis ternama. Dokumenter ini membahas tentang molka. Kasus ini dikenal dengan nama Burning Sun.

Diketahui, molka adalah kata yang hanya ada di Korea Selatan yang berarti rekaman yang dilakukan secara ilegal. Molka dapat terjadi di mana saja seperti toilet umum atau fitting room.

Bahkan, molka dapat dilakukan oleh dua orang yang tengah menjalin hubungan asmara. Molka yang terjadi dalam hubungan ini biasanya bermaksud untuk menghancurkan kehidupan salah satunya. Pasalnya, setelah direkam biasanya hasil rekaman akan disebarluaskan.

Contoh kasus adalah musisi Korea Selatan, Jung Joon Young yang melakukan molka terhadap kekasihnya. Tindakan ini pun diketahui oleh kekasihnya, Jung Joon Young dilaporkan kepada pihak kepolisian.

  • Jam kerja berlebihan

Dilansir dari laman Min News, seorang asisten sutradara sebuah drama Korea pada tahun 2016 melakukan bunuh diri. Adik dari asisten sutradara tersebut mengungkapkan bahwa sang kakak mengalami tekanan yang tinggi saat bekerja serta jam kerja yang berlebihan.

Jam kerja berlebihan ini bisa membuat mereka kelelahan karena berkurangnya waktu untuk tidur.

Jam kerja yang berlebihan ini kebanyakan dialami dari kalangan industri hiburan Korea Selatan. Tidak hanya para artisnya, akan tetapi staff yang juga mengalami jam kerja yang berlebihan.

  • Korean beauty standard

Banyak yang menyaksikan penampilan para selebriti Korea Selatan. Publik dibuat terkesima karena para selebriti ini tampil nyaris sempurna dari ujung kaki hingga kepala.

Hal ini masih terbilang wajar, mengingat profesi mereka yang menuntut penampilan di depan publik secara sempurna.

Akan tetapi, ternyata penampilan ini bukan hanya untuk kalangan selebriti Korea Selatan saja. Kalangan masyarakat biasa juga melakukan hal yang sama.

Pasalnya, terdapat Korean Beauty Standard atau standar kecantikan Korea untuk laki-laki maupun perempuan.

Beberapa orang tertentu melakukan berbagai tindakan untuk memenuhi Korean Beauty Standar walaupun sebenarnya tidak wajib dilakukan.

Adanya Korean beauty standard inilah yang membuat maraknya operasi plastik di Korea Selatan. Banyak masyarakat yang melakukan operasi plastik demi mendapatkan penampilan yang sesuai dengan standar kecantikan di sana. 

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS